28 Oktober 2020
(0285) 382037
Kajen

Yang kami cintai rekan-rekan pendidik, tenaga kependidikan, Orangtua/wali siswa serta anak-anaku para siswa yang selalu kami banggakan.

Peringatan Hardiknas tahun ini kita peringati dalam suasana yang sangat berbeda. akan tetapi tidak mengurangi rasa syukur kita terhadap Tuhan yang telah memberikan rahmat pendidikan di negeri ini.

Keceriaan diperlukan dalam situasi sekarang. Jangan sampai guru dan murid menjadi sama-sama stress menghadapi keadaan yang belum tahu kapan berakhirnya. Situasi belajar di rumah tentu berbeda dengan di sekolah karena orangtua bukan guru tetapi bukan berarti orangtua tidak bisa menjadi guru. Pada dasarnya guru yang pertama adalah orangtua.

Tanggal 2 Mei adalah hari lahir Ki Hajar Dewantara yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk menghormati jasa beliau dalam bidang pendidikan. Dengan ing ngarsa sung tuladha apakah yang bisa kita lakukan dalam situasi seperti ini. Yang jelas memberi contoh untuk selalu sabar menghadapi kenyataan yang tidak menentu karena Covid 19.

Ing Madya Mangun Karsa. Di tengah kita berusaha mendorong kekuatan supaya semuanya tidak putus asa. Dalam kesempitan ini kita bisa menciptakan kesempatan. Dalam kesempitan ini kita bisa belajar teknologi yang selama ini kita tak pedulikan. Inilah kecakapan abad 21 yang harus kita kuasai.

Tur Wuri Handayani. Di antara perkembangan zaman yang ada ini marilah kita mau mengikutinya agar kita tidak ditindas oleh zaman itu sendiri.

Akhirnya, banyak hal yang dapat kita pelajari dari Covid 19 ini. Meski tahun ini tanpa ada upacara bendera bersama namun hati kami tetaplah hati yang selalu mencintai negeri ini sampai titik darah penghabisan. Selamat hari pendidikan nasional.Terimakasih Ki Hajar Dewantara yang mewariskan nilai-nilai luhur untuk generasi Indonesia.

TETAP BELAJAR DI RUMAH DAN BERDO'A, SEMOGA PANDEMI INI SEGERA BERAKHIR

HARDIKNAS,2 MEI 2020