06 Juni 2020
(0285) 382037
Kajen

Kepala Dindikbud Kab. Pekalongan, Sumarwati, S.Pd., M.AP didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Aji Suryo Sumanto, S.Pd., M.Pd melakukan pembinaan kepada seluruh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Zona 2 yang terdiri dari kecamatan Bojong, Sragi, Siwalan, Wonokerto, Tirto, dan Buaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2020 di Hotel Marlin Pekalongan.

Dalam pembinaan tersebut beliau menyampaikan beberapa kebijakan Menteri Pendidikan, Bapak Nadiem Anwar Makarim terkait Merdeka Belajar Episode ketiga yang paling menarik perhatian para hadirin di sini yaitu menyangkut kesejahteraan Guru dan Tendik Honorer. Dengan adanya kebijakan Merdeka Belajar Episode ke 3 ini mengizinkan pengalokasian honor para Guru dan Tendik Honorer sampai dengan maksimal 50% dari dana BOS yang diterima oleh sekolah. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan para Guru dan Tendik honorer dapat memperoleh penghasilan yang layak. Akan tetapi dana BOS tersebut hanya boleh digunakan untuk memberikan honor kepada Guru dan Tendik yang sudah memiliki NUPTK saja, padahal di Kabupaten Pekalongan terdapat 1913 orang guru dan tendik honorer di sekolah Negeri, dan baru 1107 yang sudah memiliki NUPTK, sehingga Kepala Dindikbud Kab. Pekalongan masih terus memperjuangkan nasib para guru dan tendik honorer yang belum memiliki NUPTK.

Selain kebijakan terkait kesejahteraan guru dan tendik honorer, Ibu Kepala Dindikbud juga menyampaikan aturan terbaru PPDB Zonasi berdasarkan kebijakan Merdeka Belajar Episode ke 3, pada aturan terbaru PPDB terdapat perubahan prosentase porsi penerimaan siswa baru yaitu untuk siswa berprestasi telah ditingkatkan porsinya menjadi 30% (sebelumnya 15%), 50% untuk jalur zonasi, 15% untuk jalur afirmasi/ pemegang KIP, dan sisanya 5% untuk jalur perpindahan.

Setelah selesai melakukan pembinaan, Ibu Kepala Dindikbud membuka sesi tanya jawab untuk menampung aspirasi dari Kepala Sekolah dan Pengawas untuk dapat ditindaklanjuti, beliau juga menghadirkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Susan Apriliyan, S.IP untuk memberikan pengarahan dan wawasan terkait pentingnya sinkronisasi data sarpras pada dapodik dan kondisi nyata di lapangan.